Tuesday, October 21, 2014

Day 1

Semua dimulai dari satu.
Bagaimana kalau aku melompat ke dua?
Tapi kan kau tetap melalui satu.
Hanya saja satu terasa begitu cepat, dan tiba-tiba kau berada di dua.
Lalu apakabarnya dengan nol?
Ah konyol kau! Saat di nol kau belum memulai apa-apa.

Semua dimulai dari satu.
Ada satu yang begitu elok dan tak bosannya dipandangi.
Namun satu lagi begitu menjemukan sampai tak mendapat lirikan.
Lain lagi yang satu, saat semua berat dan ingin dirasa cepat.
Atau mungkin mengharap yang satu untuk kembali.

Semua dimulai dari satu.
Ah tidak juga! Ada juga yang menuju satu.
Lalu?
Ya apa daya satu terlalu jauh dari rengkuh dan harus berpuas dengan dua.
...
Tak usah kau bingung, seperti yang kau bilang semua dimulai dari satu, tapi saat tak kau hitung ada masanya kau tersenyum melihat satu yang tertinggal jauh di belakangmu

No comments:

Post a Comment