Enam adalah angka manusia, kata mereka
Enam adalah waktu di mana mataku terbuka
Bahwa sedihmu adalah sedihku
Dan hampamu tidak akan membuat aku terisi penuh
Enam, karena kita tidak sempurna
Enam, saat aku sadar rasa ini telah lama ada
Bahkan saat aku menyangkalinya
Dan kala ku belum dibutakan olehnya
Enam, di mana manusia saling mengenal
Aku melihat diriku yang adalah bagian dari kau
Enam, di saat aku mencoba memeluk erat fakta
Namun tak habis dalam banjir air mata
Enam.
Jangan lagi kau bersedih seperti di kala itu
Karena kau berharga
Jika bukan untuk mereka, setidaknya bagiku
Enam, aku manusia
Tapi akan kucoba untuk bisa berdoa
Setulus yang kau kata
Semoga kau selalu bahagia
Sejak enam, kau selalu dalam doa
Doa dalam amarah atau dalam harap
Lemas, pasrah atau permohonan yang berderap
Yang pasti kusebut namamu
Nyata ketulusanmu yang kurasa
Irama hidupmu yang bertenaga
Tenang aku melihat raut wajahmu
Ah.. tak sanggup lagi kudeskripsikan cintaku
Enam adalah sesaat sebelum puncaknya
Aku lelah tapi enggan terjerembab
Biarlah aku beristirahat dalam Sang Pencipta
Sambil memohon kebahagiaanmu agar tiada habisnya.
enam.
dua.dua.
kosong.
satu.
lima.
Kan kucoba tuk terus berdoa untuk ....
Be happy :)
Enam adalah waktu di mana mataku terbuka
Bahwa sedihmu adalah sedihku
Dan hampamu tidak akan membuat aku terisi penuh
Enam, karena kita tidak sempurna
Enam, saat aku sadar rasa ini telah lama ada
Bahkan saat aku menyangkalinya
Dan kala ku belum dibutakan olehnya
Enam, di mana manusia saling mengenal
Aku melihat diriku yang adalah bagian dari kau
Enam, di saat aku mencoba memeluk erat fakta
Namun tak habis dalam banjir air mata
Enam.
Jangan lagi kau bersedih seperti di kala itu
Karena kau berharga
Jika bukan untuk mereka, setidaknya bagiku
Enam, aku manusia
Tapi akan kucoba untuk bisa berdoa
Setulus yang kau kata
Semoga kau selalu bahagia
Sejak enam, kau selalu dalam doa
Doa dalam amarah atau dalam harap
Lemas, pasrah atau permohonan yang berderap
Yang pasti kusebut namamu
Nyata ketulusanmu yang kurasa
Irama hidupmu yang bertenaga
Tenang aku melihat raut wajahmu
Ah.. tak sanggup lagi kudeskripsikan cintaku
Enam adalah sesaat sebelum puncaknya
Aku lelah tapi enggan terjerembab
Biarlah aku beristirahat dalam Sang Pencipta
Sambil memohon kebahagiaanmu agar tiada habisnya.
enam.
dua.dua.
kosong.
satu.
lima.
Kan kucoba tuk terus berdoa untuk ....
Be happy :)
posted from Bloggeroid
No comments:
Post a Comment