Tuesday, February 10, 2015

ENAM

Enam adalah angka manusia, kata mereka
Enam adalah waktu di mana mataku terbuka
Bahwa sedihmu adalah sedihku
Dan hampamu tidak akan membuat aku terisi penuh

Enam, karena kita tidak sempurna
Enam, saat aku sadar rasa ini telah lama ada
Bahkan saat aku menyangkalinya
Dan kala ku belum dibutakan olehnya

Enam, di mana manusia saling mengenal
Aku melihat diriku yang adalah bagian dari kau
Enam, di saat aku mencoba memeluk erat fakta
Namun tak habis dalam banjir air mata

Enam.
Jangan lagi kau bersedih seperti di kala itu
Karena kau berharga
Jika bukan untuk mereka, setidaknya bagiku

Enam, aku manusia
Tapi akan kucoba untuk bisa berdoa
Setulus yang kau kata
Semoga kau selalu bahagia

Sejak enam, kau selalu dalam doa
Doa dalam amarah atau dalam harap
Lemas, pasrah atau permohonan yang berderap
Yang pasti kusebut namamu

Nyata ketulusanmu yang kurasa
Irama hidupmu yang bertenaga
Tenang aku melihat raut wajahmu
Ah.. tak sanggup lagi kudeskripsikan cintaku

Enam adalah sesaat sebelum puncaknya
Aku lelah tapi enggan terjerembab
Biarlah aku beristirahat dalam Sang Pencipta
Sambil memohon kebahagiaanmu agar tiada habisnya.

enam.
dua.dua.
kosong.
satu.
lima.
Kan kucoba tuk terus berdoa untuk ....

Be happy :)

posted from Bloggeroid

No comments:

Post a Comment